KETIKA HATI MULAI INGIN BERHENTI BERHARAP

Pada tanggal 12 december 2022 tengah malam, lagi lagi aku menyingkirkan harga diriku dan mengesampingkan egoku, karna aku ingin berpihak kepada hati, aku mencoba menelfon dia melalui instagram dan whatsapp namun seperti nya pada malam hari itu laki laki bangsawan bali yang aku cintai sudah terjaga dalam tidurnya, sambil membayangkan wajah nya sedang tidur, air mata pun tak sanggup ku tahan lagi untuk yang kesekian kalinya. Aku harap ini adalah tetesan air mata puncak terakhir ku untuk merindukan nya, aku sudah mulai lelah, letih, karena seperti nya akan selalu sia sia ketika aku mencoba untuk memperjuangkan nya sendirian.

Hampir di setiap hari aku tidak bisa untuk tidak memikirkanya dan mengenang kisah bersamanya walaupun sangat singkat, seolah sudah menjalankan hubungan bertahun tahun padahal ketemu hanya tiga kali, namun cinta ini begitu dahsyat yang kurasakan. Aku selama ini pura pura tidak tahu bahwa dari awal dia tau instagramku, like postingan salah satu di feeds instagramku, hingga dia memaki ku di message ketika dia sedang marah dan kecewa, sebenarnya aku sudah tau lebih dulu, hanya saja aku menahan dan berpura pura untuk tidak tahu karna aku ingin mendapat perhatian darinya, aku tidak tahu hampir setiap harinya nama username instagram dia selalu ada di paling teratas melihat storyku, aku bingung, dia hanya ingin tahu aktivitas keseharianku atau rindu? Jikalau memang benar keyakinanku bahwa dia merasakan apa yang kurasa, kita sama sama merasakan rindu ini kenapa dia selalu diam dan tidak pernah mau bicara sepatah katapun, aku ingin dia bicara langsung apa mau nya?? 

Aku ingin bisa mengerti perasaanya, tapi aku bingung harus dengan cara bagaimana lagi? Sudah mulai putus asa yang kurasakan, Ini terakhir kalinya aku memohon dan meminta kepada tuhan, aku sudah lelah, aku mohon tuhan setidak nya aku ingin melihatnya satu kali lagi boleh? Aku juga mau bahagia, aku tidak pernah merasakan perasaan se hebat ini, aku ingin di hari lahirku dia ada, tidak banyak meminta, hanya ingin pelukanya saja cukup tuhan...

Bahkan selama dua tahun aku menjalani berumah tangga, aku tidak pernah cinta dengan mantan suamiku, aku selama ini hanya melakukan kewajiban sebagai seorang istri namun tanpa perasaan cinta sedikitpun. Sejujurnya selama aku menikah aku tidak pernah merasakan kebahagiaan, hanya derita yang kurasa, hanya kepedihan dan penyiksaan batin dan fisik yang kurasa selama berumah tangga dengan mantan suamiku, maka dari itu aku yang selalu menutupi aib mantan suamiku dulu, seolah olah pernikahan kami bagaikan dongeng putri dan pangeran yang bahagia padahal semua itu palsu hanya karna aku ingin pernikahan kami terlihat baik baik saja, sampai akhirnya aku sudah tidak bisa menahanya lagi, aku memohon petunjuk tuhan, maha besar tuhan dengan segala kuasanya menunjukan kebusukan siapa mantan suamiku sebenarnya melalui orang orang baik, bahkan keluarga besarku pun sudah tidak ada lagi yang mendukung untuk bersama, sampai akhirnya aku memilih bercerai.

Aku sangat menyesal pura pura bertahan dengan rumah tangga yang toxic, aku pikir dengan buah kesabaranku akan merubahnya, namun ternyata semakin menjadi dan semakin parah, tapi aku tidak pernah menyesal untuk bercerai, bahkan akupun tidak menyesal untuk menikah muda karna aku memiliki malaikat kecil, putra kecilku Alfatih Nabil Ibrahim namanya, sosok anak laki laki lucu, menggemaskan, cerdas, penyabar, baik, ganteng pula. Aku sangat bersyukur tuhan memberikan anugerah terindah ku yaitu penjaga hidupku kelak aku tua nanti. Mungkin rasa terimakasih dan sujudku pun tidak akan pernah cukup untuk mengucap rasa syukurku kepada sang maha kuasa.

Tuhan aku percaya, segala sesuatu nya sudah engkau gariskan, rezeki, jodoh bahkan kematian pun sudah engkau tentukan, aku yakin perasaan inipun datangnya dari engkau, aku tidak pernah tau rencana indah apa yang engkau akan beri untuk kisah hidupku selanjutnya, terimakasih tuhan sudah mempertemukan ku denganya di suatu tempat yang mungkin itu bukan tempat yang baik, namun aku selalu percaya dan yakin kepadamu bahwa orang baik akan selalu ditemukan dengan orang yang baik pula, aku tidak pernah menyesal bertemu denganya, aku merasa bahagia di dekatnya tuhan, namun sakit ketika berjauhan, aku ingin selalu ada di dekatnya, karena nya aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya, secara tidak langsung dia memotivasi ku untuk bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi, dan aku bisa meninggalkan pekerjaan ku yang dulu, dimana lingkungan nya sangat penuh orang yang berpengaruh buruk di hidupku, dan penuh penipuan yang membuat karakter ku pun sedikit berubah, aku merasa itu bukan diriku, dan bukan tempatku.

Aku mulai sadar ketika bertemu dia, aku mulai mikir bahwa sebenarnya hidup sederhana lebih menakjubkan, dan lingkungan di pekerjaanku yang sekarang sangat positif bahkan kekeluargaan, tidak ada kemunafikan sedikitpun seperti di tempat kerjaku dulu penuh manipulatif. 

Kalaupun aku sudah tidak bisa bertemu lagi denganya ataupun menjalin hubungan baik lagi, aku bangga padanya, karna semenjak aku kenal dia, hidupku lebih penuh berkah dan terarah. Terimakasih yaa kamu sudah pernah hadir di bab kehidupanku, meskipun kamu mungkin tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan saat ini, aku hanya ingin kamu mengerti bahwa aku mencintai kamu dan aku ingin sekali bisa memperbaiki semuanya. 

Tapi aku semakin lelah memikirkannya, aku mulai ingin berhenti mengharapkan nya, dan mengikhlaskan dia menuju kebahagiaan nya. Aku berharap hari hari dia menyenangkan, penuh cinta dan bahagia. Aku tidak pernah berhenti untuk selalu mendoakan yang terbaik untuk hidup nya. Biarkan mimpi mimpi dan harapanku bersama nya sudah terkubur mati.

Kita liat takdirnya gimana kedepanya, itu sudah menjadi rahasia tuhan, biarkan tuhan yang menentukan kisah kita akan seperti apa jika kita tidak bersama? Meskipun aku mulai ingin berhenti berharap, aku ingin melihat 21 hari kedepan, apa kah dia masih ingin tetap menyaksikan aktivitas story ku dan berdiam diri? Atau mungkin akan ada kesempatan buatku bisa bertemu dengannya? Aku tidak mengharapkan apapun dari nya, hanya ingin dia mendoakan ku saja sudah cukup buatku nanti. 

Ketika hati mulai ingin berhenti berharap, ada sedikit harapan terakhirku yang ku inginkan bersamanya, aku hanya ingin bertemu dan memeluknya saat hari nya tiba. Setelahnya jikalau aku tidak ada kesempatan untuk bertemu juga, aku akan berjanji pada diriku sendiri untuk berhenti mengharapkanya, untuk mengubur semua rindu dan semua kenangan bersamanya dan tidak akan pernah mengingatnya lagi seumur hidupku, mungkin itu akan menjadi seperti dendam rindu yang tak terbalaskan olehnya. Biarkan apa yang pernah dia inginkan untuk bisa menjalankan hidup masing masing seolah tidak pernah kenal pun akan terjadi sesuai harapanya di awal, akan aku lakukan untuk tidak akan pernah mengingat, memohon, meminta, bahkan berharap lagi kepadanya. Semuanya akan sirna pada hari lahir ku nanti, semoga dia bisa menemukan jalan kebahagiaan di hidup nya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RINDU YANG TERSAYAT

TENTANG KAMU DAN BENTENG YANG TINGGI

KETIKA PATAH HATI MENJADI MOTIVASI