KETIKA LOGIKA BERTENTANGAN DENGAN HATI DAN EGOMU YANG MEMATAHKAN HATI
Aku.. Tidak pernah mau mengikuti apa yang ada di fikiranku, ya. itu logika namanya, aku tidak mau selalu menuruti logika, karena kenapa? Logika sering kali keliru, logika sering kali salah, dan sering kali tidak akurat, namun hati.. Hati tidak akan pernah bisa berbohong, tidak akan pernah bisa membohongi siapapun, bahkan tuhan sekalipun. Menurutku, hati itu sangat bersih, hati itu selalu jujur, hati itu juga bisa lemah, namun.. Hati bisa juga patah. Siapa yang bisa mematahkan hati? Kamu tau jawabanya bukan? Sudah pasti manusia, iyaa manusia yang kita cintai tentunya.
Sering kali logika itu sangat egois, tapi hati selalu mengalah, tetapi tidak pernah salah. Kalau kamu sendiri lebih mengutamakan ego atau isi hati?
Pada umunya, manusia itu tidak akan pernah bisa menghindari ke egoisan nya, yaa itu sudah hal yang lumrah, mereka terkadang lebih mengutamakan ego nya masing masing di banding mengikuti isi hati yang sesungguhnya, apalagi kalau sudah soal perasaan. Seperti yang sedang aku alami ini, aku selalu ingin melupakan dia, ingin menghapus semua memori tentangnya, dan aku selalu memaksakan diri untuk berhenti mencintai nya, namun hati berkata lain, hati bilangnya aku harus tetap memikirkan, aku harus tetap mengingatnya, aku juga harus tetap mencintai dan menyayangi nya.
Logika juga bilang bahwa aku harus segera cari pengganti hati, cari pelampiasan, dan cari cinta yang baru, namun tetap saja hati bersikeras maunya sama dia aja, aku tidak mau sama yang lain, karena dia yang sangat terbaik buat aku.
Ketika logika bertentangan dengan hati, aku merasa selalu bimbang, labil, emosional yang tak terbendung, itu yang selalu aku rasa.
Tapi memang begitulah logika dan hati, tidak pernah selaras, selalu bertentangan, sama kaya aku dan dia, gapernah bisa sinkron sebenarnya, kecuali dia mau mencoba untuk mengikuti kata hati nya, mungkin bisa selaras, karena sejauh ini hanya aku yang sudah mengutarakan isi hati, aku mencoba untuk mengikuti apa kata hati ku untuk mengungkapkan semua isi hati secara tertulis, namun dia masih bersikeras dengan ego nya yang sangat tinggi, karena dia masih memihak kepada ego.
Kamu yang pergi, bukan aku, kamu yang memilih dan meminta untuk aku yang meninggalkanmu, semua itu kemauan egomu, bukan hatimu. Bukan hanya kamu yang patah, akupun juga patah, kita merasakan hal yang sama, kita sama sama patah hati, Seharusnya kamu tidak mengikuti egomu, seharusnya kamu mengikuti apa kata hatimu, aku sudah cukup tersiksa oleh egomu, aku juga sudah cukup sakit oleh perkataanmu, aku harap kamu bisa segera memihak hati, jangan sampai kamu membohongi dirimu sendiri dengan kamu yang selalu mengikuti alur egomu.
Berhentilah untuk egois, berhentilah untuk saling menyakiti hati satu sama lain, berhentilah untuk mengeraskan hati, berhentilah untuk mengikuti egomu, lunakanlah hatimu, kamu harus mencoba mengikuti alur hatimu sesekali saja. Agar tidak saling mematahkan hati.
Jakarta, 12, November 2022
@nagita.putrie
Komentar
Posting Komentar